Selasa, 08 Oktober 2024

Sejarah singkat Sosiologi

FX. Bollymasan Univ. Mpu Tantular - Fakultas Hukum, Sosiologi (Ibu Serepina, S.Sos,. M.Pd., M.I. Kom., C.AC, C.PS., C.STMI)


LATAR BELAKANG SOSIOLOGI SECARA SEDERHANA



    Secara harafiah, sosiologi berasal dari dua kata Bahasa Latin, yaitu socios (masyarakat) dan logos (ilmu) atau secara sederhana berarti ilmu tentang masyarakat. Pemikiran Sosiologi muncul ketika masyarakat menghadapi ancaman terhadap hal-hal yang selama ini dianggap "sudah seharusnya demikian, benar, dan nyata". Pemikir mulai melakukan renungan Sosiologi manakala hal-hal yang diyakini tersebut mengalami krisis. Perubahan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat dipengaruhi oleh kekuatan Sosial. Adapun kekuatan sosial yang berperan dalam perkembangan kajian yang didasari untuk pandangan terbentuknya Sosiologi, antara lain:


1. Revolusi politik

Peristiwa politik yang terjadi di Eropa diawali dengan Revolusi Perancis pada tahun 1799 yang memberikan semangat bagi para pemikir untuk mempelajari perubahan yang terjadi pada masyarakat. Revolusi selain merubah tatanan politik juga membawa dampak yang begitu luar biasa hagi masyarakat. Serangkaian konflik dan peperangan menimbulkan kerugian yang luar biasa bagi masyarakat, terutama di Perancis. Pada saat itulah, para pemikir mencoba merubah tatanan maryarakat yang tercerai berai menjadi lebih kondusif. Para pemikir bahkan secara ekstrim ingin mengembalikan kondisi seperti pada masa pertengahan. Namun beberapa pemikir lainnya mencoba mencari celah untuk mencari "Tatanan masyarakat masa depan" yang lebih ideal. Perhatian utama para pemikir adalah pada isu ketertiban sosial yang kemudian dikenal dengan sebutan sosiologi klasik, dengan pemikir utama yaitu Seperti Comte dan Durkheim.

2. Revolusi industri

Kemunculan kapitalisme ada pula revolusi politik yang melanda Eropa, termasuk revolusi industri juga ikut ambil bagian memberikan warna pada lahirnya sosiologi. Revolusi Industri di tandai dengan berubahnya corak produksi negara - negara Eropa yang semula bertumpu pada sektor pertanian berubah pada sektor industri. Revolusi industri muncul sebagai akibat dari lahirnya penemuan baru di bidang teknologi, salah satu penemuan yang spektakuler adalah mesin uap yang ditemukan oleh James Watt. Kapitalisme lahir ditandai dengan penguasaan aset produksi oleh sebagian kecil masyarakat, sedangkan sebagian besar masyarakat hanya dijadikan alat produksi sebagai Buruh dengan tingkat keuntungan yang kecil. Kondisi ini memunculkan gerakan buruh yang menuntut sejahteraan bahkan secara radikal seringkali berubah menjadi "Pemberontakan Buruh". Pergolakan ini menjadi bahan kajian hagi para pemikir dan bahan perenungan sebagai acuan fenomena yang timbul di masyarakat, antara lain Marx, Weber, Durkheim, dan Simmel.

3. Kemunculan sosialisme 

Sosialisme dianggap sebagai musuh bebuyutan kapitalisme sehingga dapat dikatakan bahwa upaya penghancuran kapitalisme adalah melalui sosialisme. Marx adalah salah satu pendukung gagasan sosialisme walaupun Marx tidak secara tegas akan mengambangkan sosialisme, namun dalam hanyak tulisannya Marx mengkritik habis - habisan kapitalisme. Walaupun menyadari masalah yang timbul seiring dengan kapitalisme, mereka lebih mengkhawatirkan isu sosialisme yang dibawa oleh Marx. Marx merencanakan tatanan masyarakat baru melalui Revolusi sosial (Gerakan Buruh).


4. Feminisme
 
Feminisme merupakan gerakan perempuan yang menuntut adanya persamaan hak dan keluar dari subordinasi yang dihasilkan sistem sosial masyarakat Eropa. Gerakan buruh, persamaan hak perempuan, penghapusan perbudakan, dan kedudukan perempuan, dalam hukum menjadi perhatian utama para aktivis feminine saat itu.

5. Urbanisasi
 
Revolusi industri menambah permasalahan sosial salah satu hal berupa urbanisasi. Laju perpindahan penduduk dari desa ke kota menjadi sangat mengkhawatirkan, demikian pula perubahan desa menjadi kota seiring perubahan sistem produksi. Migrasi desa kini membawa dampak pada penyesuaian pola perilaku masyarakat urban. Serangkaian permasalahan juga timbul ketika desa terkena dampak industrialisasi. Topik ini kemudian semakin berkembang ketika Amerika mulai terkena dampak Industrialisasi.

6. Perubahan keagamaan
 
Kapitalisme tak dapat lepas dari perubahan perubahan dalam bidang keagamaan. Weber mencoba menelaahkanya melalui tulisan yang berjul "Protethe stan Ethic and The Spirit Capitalism" Gerakan protestan yang berkembang pesat menjadi salah satu kajian yang menarik bagi Sosiologi.

7. Perkembangan ilmu pengetahuan
 
Lahirnya sosiologi diiringi dengan makin berkembangnya Ilmu Pengetahuan. Tidak mengherankan apabila pemikir mencoba menggunakan pendekatan - pendekatan ilmu pengetahuan alam. Namun demikian, perdebatan terjadi ketika para ahli berargumen bahwa "fenomena sosial tidak sama dengan fenomena alam".


Sejarah Singkat dan Rangkuman 

    Sejarah kelahiran sosiologi pada awal abad ke-18 dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat, dipengaruhi oleh kekuatan sosial. Adapun kekuatan sosial yang berperan dalam perkembangan ilmu sosiologi saat itu, antara lain: revolusi politik, revolusi industri dan kemunculan kapitalisme, kemunculan sosialisme, gerakan feminisme, dan terjadinya urbanisasi besar - besar an, perubahan keagamaan, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Sumbangan pemikiran dari para founding fathers sosiologi, yaitu Auguste Comte, Emile Durkheim, Marx Weber, Karl Marx, dan Herbert Spencer, merupakan sebuah grand theory yang tingga saat ini masih menjadi pijakan teori-teori baru dalam perkembangan sosiologi. Auguste Comte mencetuskan pemikiran tentang "hukum kemajuan manusia" atau "hukum tiga tahap perkembangan intelektual". Comte menyebutkan bahwa sejarah pemikiran manusia melewati tiga tahap yang mendaki, yaitu: teologi, metafisika, dan positif. Comte juga membagi sosiologi ke dalam dua bagian besar, yaitu: Statika Sosial (social statics)mewakili stabilitas dan Dinamika Sosial (social dynamics) mewakili perubahan.

 

    Maka dengan kita mempelajari Ilmu Sosiologi tersebut maka kita dapat memahami lebih dalam dan secara terstruktur tentang pemetaan fenomena sosial yang terjadi di masyarakat, dalam pandangan yang spesifik dalam bentuk negatif atau positif dalam kehidupan kita sehari - hari tentunya. Maka atas dasar Ilmu Sosiologi tersebut kita dapat merangkum keterangan dari fenomena masyarakat yang ada dan kita dapat melihat dari sudut pandang terbaik dan dapat kita bertindak atas dasar Kontribusi bermasyarakat dengan hasil - hasil yang berpatokan pada kaidah keuntungan yang Positif guna terciptanya peradaban manusia yang bermartabat dan beradab.


Sumber : Braina Academy ( By Ruang Guru ) , Pengertian Sosiologi, Ciri, dan Kajian,  Sosiologi

( Dosen Pengampu Ibu Serepina Tiur Maida, S. Sos,. M. Pd,. M. I. Kom,. C. AC,. C. PS,. C. STMI,. )



2 komentar:

Artikel 9 - Pernikahan Adat Flores Manggarai

  FX. Bolly Masan Univ. Mpu Tantular - FK. Hukum, Sosiologi (Dosen Pengampu Ibu Serepina Tiur Maida. S,Sos,. M. Pd,. M. Kom,. C. AC,. C. PS,...