FX. Bollymasan Univ. Mpu Tantular - Fakultas Hukum, Sosiologi (Ibu Serepina, S.Sos,. M.Pd., M.I. Kom., C.AC, C.PS., C.STMI)
LATAR BELAKANG SOSIOLOGI SECARA SEDERHANA
Secara harafiah, sosiologi berasal dari dua kata
Bahasa Latin, yaitu socios
(masyarakat) dan logos (ilmu) atau
secara sederhana berarti ilmu tentang masyarakat. Pemikiran Sosiologi
muncul ketika masyarakat menghadapi ancaman terhadap hal-hal yang selama ini
dianggap "sudah seharusnya demikian, benar, dan nyata". Pemikir mulai melakukan renungan Sosiologi manakala hal-hal
yang diyakini tersebut mengalami krisis. Perubahan perubahan yang terjadi di
dalam masyarakat dipengaruhi oleh kekuatan Sosial. Adapun kekuatan sosial yang
berperan dalam perkembangan kajian yang didasari untuk pandangan terbentuknya
Sosiologi, antara lain:
1. Revolusi
politik
Peristiwa politik yang terjadi di Eropa diawali
dengan Revolusi Perancis pada tahun 1799 yang memberikan semangat bagi para
pemikir untuk mempelajari perubahan yang terjadi pada masyarakat. Revolusi
selain merubah tatanan politik juga membawa dampak yang begitu luar biasa hagi
masyarakat. Serangkaian konflik dan peperangan menimbulkan kerugian yang luar
biasa bagi masyarakat, terutama di Perancis. Pada saat itulah, para pemikir
mencoba merubah tatanan maryarakat yang tercerai berai menjadi lebih kondusif. Para pemikir bahkan secara ekstrim ingin mengembalikan kondisi seperti pada masa pertengahan. Namun beberapa pemikir lainnya mencoba mencari celah untuk
mencari "Tatanan masyarakat masa depan" yang lebih ideal. Perhatian
utama para pemikir adalah pada isu ketertiban sosial yang kemudian
dikenal dengan sebutan sosiologi klasik, dengan pemikir utama yaitu Seperti Comte dan Durkheim.
2. Revolusi industri
Kemunculan kapitalisme ada pula revolusi politik yang
melanda Eropa, termasuk revolusi industri juga ikut ambil bagian memberikan warna pada
lahirnya sosiologi. Revolusi Industri di tandai dengan berubahnya corak produksi negara - negara Eropa yang semula bertumpu pada sektor pertanian berubah pada
sektor industri. Revolusi industri muncul sebagai akibat dari lahirnya penemuan
baru di bidang teknologi, salah satu penemuan yang spektakuler adalah mesin uap yang ditemukan oleh James Watt. Kapitalisme lahir ditandai dengan penguasaan aset produksi oleh sebagian kecil masyarakat, sedangkan sebagian
besar masyarakat hanya dijadikan alat produksi sebagai Buruh dengan tingkat keuntungan yang kecil. Kondisi ini memunculkan gerakan buruh yang menuntut sejahteraan bahkan secara
radikal seringkali berubah menjadi "Pemberontakan Buruh". Pergolakan ini
menjadi bahan kajian hagi para pemikir dan bahan perenungan sebagai acuan fenomena yang timbul di masyarakat, antara lain Marx, Weber, Durkheim, dan
Simmel.
3. Kemunculan sosialisme
Sosialisme dianggap sebagai musuh bebuyutan
kapitalisme sehingga dapat dikatakan bahwa upaya penghancuran kapitalisme adalah
melalui sosialisme. Marx adalah salah satu pendukung gagasan sosialisme walaupun Marx tidak secara tegas akan mengambangkan sosialisme, namun dalam hanyak
tulisannya Marx mengkritik habis - habisan kapitalisme. Walaupun menyadari masalah
yang timbul seiring dengan kapitalisme, mereka lebih mengkhawatirkan isu sosialisme yang
dibawa oleh Marx. Marx merencanakan tatanan masyarakat baru melalui Revolusi sosial (Gerakan Buruh).
4. Feminisme
Feminisme merupakan gerakan perempuan yang menuntut
adanya persamaan hak dan keluar dari subordinasi yang dihasilkan sistem sosial masyarakat Eropa. Gerakan buruh, persamaan hak perempuan, penghapusan
perbudakan, dan kedudukan perempuan, dalam hukum menjadi perhatian utama para
aktivis feminine saat itu.
5. Urbanisasi
Revolusi industri menambah permasalahan sosial salah satu hal berupa urbanisasi. Laju perpindahan penduduk dari desa ke kota menjadi sangat
mengkhawatirkan, demikian pula perubahan desa menjadi kota seiring perubahan
sistem produksi. Migrasi desa kini membawa dampak pada penyesuaian pola perilaku masyarakat urban. Serangkaian permasalahan juga timbul ketika desa terkena
dampak industrialisasi. Topik ini kemudian semakin berkembang ketika Amerika mulai
terkena dampak Industrialisasi.
6. Perubahan keagamaan
Kapitalisme tak dapat lepas dari perubahan perubahan
dalam bidang keagamaan. Weber mencoba menelaahkanya melalui tulisan yang berjul "Protethe stan Ethic and The Spirit Capitalism" Gerakan protestan yang
berkembang pesat menjadi salah satu kajian yang menarik bagi Sosiologi.
7. Perkembangan ilmu pengetahuan
Lahirnya sosiologi diiringi dengan makin berkembangnya Ilmu Pengetahuan. Tidak mengherankan apabila pemikir mencoba menggunakan pendekatan - pendekatan ilmu pengetahuan alam. Namun demikian, perdebatan terjadi ketika para
ahli berargumen bahwa "fenomena sosial tidak sama dengan fenomena alam".
Sejarah Singkat dan Rangkuman
Sejarah kelahiran sosiologi pada awal abad ke-18
dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat, dipengaruhi oleh kekuatan sosial. Adapun kekuatan sosial yang berperan dalam
perkembangan ilmu sosiologi saat itu, antara lain: revolusi politik, revolusi
industri dan kemunculan kapitalisme, kemunculan sosialisme, gerakan feminisme, dan terjadinya urbanisasi besar - besar an, perubahan keagamaan, dan perkembangan
ilmu pengetahuan. Sumbangan pemikiran dari para founding fathers sosiologi,
yaitu Auguste Comte, Emile Durkheim, Marx Weber, Karl Marx, dan Herbert
Spencer, merupakan sebuah grand theory yang tingga saat ini masih menjadi
pijakan teori-teori baru dalam perkembangan sosiologi. Auguste Comte
mencetuskan pemikiran tentang "hukum kemajuan manusia" atau
"hukum tiga tahap perkembangan intelektual". Comte menyebutkan bahwa
sejarah pemikiran manusia melewati tiga tahap yang mendaki, yaitu: teologi,
metafisika, dan positif. Comte juga membagi sosiologi ke dalam dua bagian
besar, yaitu: Statika Sosial (social statics)mewakili stabilitas dan Dinamika
Sosial (social dynamics) mewakili perubahan.
Maka dengan kita mempelajari Ilmu Sosiologi tersebut
maka kita dapat memahami lebih dalam dan secara terstruktur tentang pemetaan
fenomena sosial yang terjadi di masyarakat, dalam pandangan yang spesifik dalam
bentuk negatif atau positif dalam kehidupan kita sehari - hari tentunya. Maka atas
dasar Ilmu Sosiologi tersebut kita dapat merangkum keterangan dari fenomena
masyarakat yang ada dan kita dapat melihat dari sudut pandang terbaik dan dapat
kita bertindak atas dasar Kontribusi bermasyarakat dengan hasil - hasil yang berpatokan pada kaidah keuntungan yang Positif guna terciptanya peradaban
manusia yang bermartabat dan beradab.
Sumber : Braina Academy ( By Ruang Guru ) , Pengertian Sosiologi, Ciri, dan Kajian, Sosiologi
( Dosen Pengampu Ibu Serepina Tiur Maida, S. Sos,. M. Pd,. M. I. Kom,. C. AC,. C. PS,. C. STMI,. )
sangat menarik
BalasHapusTerima kasih
BalasHapus